jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah mengakselerasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat.
BNPB mencatat per 28 Januari 2026 menunjukkan pembangunan Huntara berlangsung paralel di 20 kabupaten/kota yang terdampak bencana, dengan capaian 4.281 unit sudah rampung dari rencana keseluruhan 17.231 unit.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian mengatakan di Aceh, pembangunan Huntara di 12 Kabupaten/Kota yang telah selesai dibangun mencapai 3.248 unit dengan lokasi terbanyak di Aceh Tamiang mencapai 1.000 unit Huntara.
Di Sumatra Utara, Huntara yang telah selesai dibangun di 3 Kabupaten/Kota mencapai 557 unit dari rencana 962 unit Huntara yang akan dibangun.
Sementara di Sumatra Barat, sebanyak 476 unit Huntara telah selesai dibangun di 5 Kabupaten/Kota dari total 618 Huntara yang akan dibangun.
Dia menegaskan Huntara menjadi kunci untuk mengurangi beban pengungsian, tetapi percepatannya sangat ditentukan oleh ketepatan pendataan kategori kerusakan rumah warga.
“Karena Huntara memang ditunggu, salah satu solusi untuk mengurangi pengungsi. Pengungsi ini ada yang [rumahnya] rusak ringan, rusak sedang, rusak berat,” ujar Tito dikutip, Jumat (30/1).
Adapun akselerasi itu ditopang kolaborasi lintas sektor seperti Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Pemerintah Daerah yang terdampak bencana,












































