jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara perdana memaparkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Juli-Agustus 2026.
Hingga akhir Agustus, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp 2.295 triliun dengan defisit APBN di angka Rp 240,1 triliun atau berkisar 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Kinerja APBN itu tetap kuat dengan.keseimbangan primer yang positif, defisit tetap dalam batasan dan terkendali," ujar Suahasil dalam pemaparannya di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Di tengah eskalasi geopolitik global, konflik Timur Tengah, serta langkah The Fed menaikkan suku bunga ke level 5% yang memicu ekspektasi higher for longer dan pelemahan pada policy uncertainty index, pemerintah menegaskan pentingnya antisipasi.
Pasar secara keseluruhan mengantisipasi suku bunga berada pada posisi higher for longer karena Amerika baru menaikkan di level 5%.
"Kami selalu sangat memperhatikan apa yang terjadi di global," tutur Suahasil.
Di tengah situasi global tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I tercatat sebesar 5,45 persen.
Sementara itu, inflasi Indonesia berada pada angka 3,19 persen.

















































