jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengaktifkan dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund sebagai salah satu upaya menstabilkan nilai tukar rupiah.
“Di pemerintah, saya punya bond stabilization fund sendiri yang ada beberapa pihak. Kami juga bisa mencukupi dengan dana sendiri untuk sementara,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/5).
Dana ini disiapkan untuk menstabilkan pasar obligasi atau surat utang dengan membeli kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder yang dilepas oleh investor.
Strategi itu dilakukan untuk menjaga imbal hasil (yield) SBN agar tetap stabil, sehingga investor asing yang menyimpan surat utang tidak mengalami kerugian modal (capital loss).
Purbaya menyebut dana yang disiapkan itu mempunyai kerangka yang berbeda dengan bond stabilization framework (BSF) yang dimiliki oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Menurutnya, dana stabilisasi obligasi ini telah dimiliki oleh Kementerian Keuangan, tetapi sudah tidak aktif karena tak pernah digunakan.
“Bukan hal yang baru, tetapi enggak pernah dijalani. Artinya, ada, tetapi mati. Saya mau hidupkan saja,” ujarnya.
Purbaya juga belum mengungkapkan rencana buyback yang akan dilakukan.












.jpeg)






























