Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Reza Indragiri Mengkritisi

4 days ago 27

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Reza Indragiri Mengkritisi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Reza Indragiri Amriel. Foto: dok. JPNN.com

jpnn.com - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengkritisi langkah Polda Metro Jaya membentuk Tim Pemburu Begal sebagai respons atas maraknya aksi pembegalan pengguna jalan di ibu kota.

"Sebetulnya sudah bosan saya menanggapi kerja-kerja hit and run semacam ini," kata Reza dalam keterangan di Jakarta, Selasa (19//5/2025).

Reza mengaku sangat sering polisi menyebut pembentukan satgas ini, task force itu, tim buser ini, pasukan patroli itu.

"Tetapi, easy come easy go. Sesaat melewati fase kegemparan, keberadaan satgas-satgas semacam itu ikut raib begitu saja," ujar pria yang pernah mengakar di STIK/PTIK itu.

Menurut Reza, situasi sedemikian rupa akhirnya memang lagi-lagi menggambarkan dilema. Bermula dari maraknya kejahatan, direspons dengan kepanikan publik.

"Sikap masyarakat itu mendorong polisi membentuk tim buser. Situasi ketika masyarakat dan polisi bersikap sedemikian rupa, mempersempit peluang kejahatan," kata penyandang gelar MCrim dari University of Melbourne Australia itu.

Namun, setelah terlena oleh turunnya kejahatan dan kesiagaan polisi, masyarakat pun mulai menurunkan kewaspadaannya.

"Polisi ternyata ikut-ikutan menurunkan kesiagaannya. Tim patroli hilang. Situasi pun berbalik menjadi ideal bagi aksi kejahatan. Begitu berputar-putar," tuturnya.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengkritisi langkah Polda Metro Jaya membentuk Tim Pemburu Begal. Begini masalahnya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |