jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta keseriusan pemerintah, dalam hal ini Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menangani secara serius kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampak fatal.
Hal demikian dikatakan dia menyikapi kabar siswa penerima manfaat MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara hilang ingatan setelah keracunan menyantap MBG.
"Pertama kami minta, ya, dari BGN, bahkan dari apa instansi-instansi yang terkait untuk bisa menangani mereka secara serius, ya," ujar Saan ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9).
Saan menuturkan penanganan medis secara menyeluruh dan sungguh-sungguh sangat krusial agar korban segera pulih kembali.
"Jadi, sekali lagi apa, kami meminta agar ditangani secara serius karena ini sudah pada level yang cukup memprihatinkan, ya. Ini penting untuk segera ditangani," ujar legislator fraksi NasDem itu.
Saan menilai dampak keracunan yang dialami anak yang sampai hilang ingatan tergolong ekstrem dan masuk dalam kategori penyakit kronis berisiko tinggi.
Menurutnya, pemerintah daerah dan BGN harus mengambil tindakan cepat dan ekstra ketat menangani kasus ini.
"Nah, karena itu, baik pemerintah daerah, terutama juga dari BGN memang untuk mengambil tindakan yang lebih cepat dan lebih serius lagi," ujar Saan.

















































