jateng.jpnn.com, SEMARANG - Dalam rangka optimalisasi pengawasan keselamatan pelayaran pada angkutan laut masa angkutan Lebaran 2026, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas melaksanakan Uji Petik Kelaiklautan Kapal Penumpang.
Hal ini sesuai dengan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 1 Tahun 2026 tentang Uji Petik Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Lebaran Tahun 2026.
Pelaksanaan uji petik diawali dengan open ceremony yang diselenggarakan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, pada Kamis (29/1).
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dalam memastikan seluruh kapal penumpang dan Roro yang akan melayani masyarakat pada masa puncak arus mudik dan balik Lebaran berada dalam kondisi laik laut, aman, dan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan pelayaran.
Dalam sambutannya, Kepala Subdirektorat Pencegahan Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal (PMKK) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Miftahul Hadi menegaskan pelaksanaan uji petik memiliki peran yang sangat penting sebagai instrumen pengawasan langsung terhadap kelaiklautan kapal, khususnya pada periode Angkutan Lebaran yang ditandai dengan meningkatnya intensitas pelayaran dan jumlah penumpang.
"Pemeriksaan terhadap fungsi dan keandalan alat-alat navigasi kapal menjadi salah satu fokus utama, mengingat peralatan navigasi merupakan faktor krusial dalam mencegah kecelakaan pelayaran dan menjamin keselamatan jiwa di laut," katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal (SHSK) Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas Dimyati menyampaikan bahwa uji petik merupakan langkah antisipatif dan preventif dalam rangka menjaga standar keselamatan pelayaran.
"Dengan memastikan seluruh peralatan navigasi dan aspek teknis kelaiklautan kapal berfungsi secara optimal, potensi risiko kecelakaan dapat diminimalisasi, sehingga memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa angkutan laut selama masa Lebaran," ungkapnya.









































