jpnn.com, JAKARTA - DOW, pemimpin global di bidang material science, dan PT Sadikun Niagamas Raya (Sadikun) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendorong solusi kemasan sirkular di Indonesia.
Kedua pihak akan berkolaborasi untuk memperluas adopsi dan dampak resin daur ulang pasca-konsumen (PCR) Dow REVOLOOP™ pada aplikasi botol pelumas, sebuah inisiatif yang bertujuan mengurangi jejak karbon produk serta mendukung target Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih (net-zero) pada 2060.
Melalui kolaborasi ini, Dow dan Sadikun akan bersama-sama mengeksplorasi dan mengembangkan peluang di sektor kemasan kaku, dengan fokus utama pada aplikasi blow moulding untuk botol pelumas.
Kedua perusahaan akan melibatkan para pemangku kepentingan utama di sepanjang rantai nilai, termasuk produsen botol dan pemilik merek pelumas, guna meningkatkan kesadaran pasar serta memperkuat kapabilitas teknis untuk mendukung adopsi material PCR secara lebih luas.
Kolaborasi yang diperbarui ini melanjutkan kolaborasi strategis yang telah terjalin antara Dow dan Sadikun, yang sebelumnya berhasil menghadirkan penggunaan komersial material Dow XUS 60934.01 pada kemasan kaku pelumas merek Sadikun berkapasitas 20 liter.
Dengan memanfaatkan jaringan industri Sadikun yang luas serta kehadirannya yang kuat di sektor pelumas Indonesia, kolaborasi ini bertujuan untuk semakin memperluas integrasi PCR dan memperkuat partisipasi Dow di industri kemasan kaku Indonesia yang berkembang pesat.
“Kolaborasi dengan Sadikun mencerminkan keyakinan mendalam Dow akan kekuatan kolaborasi rantai nilai dalam mewujudkan praktik berkelanjutan,” ujar Bambang Candra, wakil presiden komersial Asia-Pasifik Dow Packaging & Specialty Plastics.
"Kami terus merancang dan mengembangkan material secara bertanggung jawab untuk membantu membangun ekosistem yang lebih sirkular di Indonesia dan kawasan sekitarnya. Dengan kehadiran yang kuat di industri Indonesia selama lebih dari setengah abad, Dow tetap berkomitmen mendukung para pemangku kepentingan kami dalam mewujudkan potensi penuh mereka serta mencapai tujuan keberlanjutan nasional," sambung Bambang.








































