jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menyebut Presiden RI Prabowo Subianto dapat mencegah informasi berkategori asal bapak senang (ABS) ketika kepala negara bertemu para tokoh yang kritis terhadap pemerintah.
Jamiludin menyampaikan analisis politiknya itu terkait langkah Prabowo bertemu para tokoh yang kritis terhadap pemerintah.
"Perlu dilakukan mengingat masih kentalnya budaya asal bapak senang (ABS). Sebab, bisa saja ring satu Prabowo hanya menyampaikan informasi yang menyenangkan saja," kata Jamiluddin melalui layanan pesan, Senin (2/2).
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu mengatakan dialog dengan tokoh kritis membuat Prabowo mendengar secara utuh kondisi negara.
"Dengan begitu, Prabowo mendapat informasi yang lebih utuh tentang bangsa dan negara," ujar Jamaluddin.
Dia pun mendukung langkah Prabowo untuk terus bertemu tokoh kritis dengan tujuan memperbaiki bangsa ke depan.
"Oleh karena itu, pertemuan semacam itu perlu diperluas, agar semua anak bangsa dapat memberi kontribusi dalam pembangunan," kata Jamaluddin.
Toh, kata dia, Prabowo ketika bertemu tokoh kritis menandakan kepala negara tidak memiliki gap untuk berdialog dengan berbagai kalangan.













































