Pemprov Kalsel Mendorong Pendidikan Pesantren yang Adaptif

1 day ago 29

Rabu, 12 Agustus 2026 – 01:00 WIB

Pemprov Kalsel Mendorong Pendidikan Pesantren yang Adaptif - JPNN.com Kalsel

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel Fahrurazi memberikan keterangan setelah menghadiri kegiatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat kampanye Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Darul Ilmi, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (11/8/2026). ANTARA/Tumpal Andani Aritonang

kalsel.jpnn.com, BANJARBARU - Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong pesantren mengembangkan pendekatan pendidikan yang adaptif menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri, sehingga tetap mampu membimbing santri dengan nilai keagamaan yang kuat.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalsel Fahrurazi mengatakan tantangan yang dihadapi pesantren makin kompleks seiring perubahan sosial yang cepat, termasuk pengaruh media sosial dan persoalan kesehatan mental pada anak dan remaja.

“Pendekatan pendidikan pesantren perlu tetap bertumpu pada kasih sayang, penghormatan, musyawarah, dan keteladanan, agar adaptasi tidak menghilangkan karakter pesantren,” katanya saat mendampingi Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf kampanye Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Darul Ilmi, Banjarbaru, Selasa.

Dia menegaskan pesantren memiliki peran yang semakin besar dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM) karena tidak hanya menjadi tempat pembelajaran agama, tetapi juga lingkungan pendidikan untuk membentuk ilmu, akhlak, kemandirian, dan karakter generasi muda di Kalsel.

“Ada sekitar 333 pondok pesantren di Kalsel dengan 5.784 ustaz dan 81.289 santri. Besarnya jumlah tersebut menunjukkan posisi pesantren yang strategis dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia di Banua,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, pengembangan pesantren perlu berjalan seiring dengan penguatan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak, agar santri dapat menghadapi perubahan zaman dengan tetap memiliki landasan nilai serta karakter yang kuat.

Fahrurazi menegaskan Pemprov Kalsel siap memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama, pesantren, ulama, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, untuk mendukung pesantren menghadapi berbagai tantangan pendidikan dan perkembangan masyarakat.

Dia menyampaikan sinergi tersebut diarahkan agar pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga semakin kuat dalam literasi, teknologi, keterampilan, kesehatan, serta perlindungan anak sebagai bagian dari kebutuhan pendidikan generasi muda yang terus berkembang.

Pemprov Kalimantan Selatan mendorong pendidikan pesantren yang lebih adaptif.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |