jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah secara resmi melaksanakan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 1.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Ekonomi Kreatif dalam rangkaian kegiatan UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali.
Program ini menjadi langkah konkret dalam optimalisasi pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai agunan, perluasan akses pembiayaan sektor ekonomi kreatif, serta percepatan peningkatan rasio kewirausahaan nasional.
"Riset sebagai salah satu pintu agar kemajuannya bisa lebih cepat dari yang kita rencanakan. Kita ingin ekosistem ekonomi yang menumbuhkembangkan UMKM dan ekonomi kreatif di Bali ini terus kita perbanyak dan menjadi contoh di seluruh provinsi-provinsi di Tanah Air kita," kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar di Universitas Udayana, Denpasar, Rabu (13/5).
Kegiatan tersebut juga menghadirkan ruang temu bagi inkubator usaha berbasis teknologi dan komoditas, guna memperkuat ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan industri.
Menko PM turut menekankan bahwa program ini diharapkan mendorong UMKM Ekraf Bali makin bangkit dan naik kelas.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan ekonomi kreatif dan UMKM memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi rakyat serta menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat strategis.
"Hari ini terdapat sekitar 1.000 penerima pembayaran KUR UMKM dan EKRAF dengan subsektor terbesar dari kuliner, fashion dan kriya. Dari kreativitas budaya ada subsektor kuliner, kriya, fashion, seni rupa, seni pertunjukan atau sekitar 13 dari 21 subsektor ekonomi kreatif yang menandatangani akad surat pada hari ini," kata Menteri Ekraf.
Akad massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif ini merupakan bentuk nyata implementasi MoU antara Kementerian Ekraf bersama Kementerian UMKM, dan percepatan peningkatan rasio kewirausahaan harapannya akan tercipta lapangan lapangan kerja berkualitas.











































