jpnn.com, JAKARTA - Baznas dan Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi membangun budaya berzakat di kalangan pekerja seni, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja seni dari kelompok mustahik melalui program pemberdayaan ekonomi.
Pimpinan Baznas Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut.
Menurutnya, kerja sama berbasis komunitas pekerja seni dapat menjadi model yang mengintegrasikan pengumpulan zakat dengan program pemberdayaan ekonomi.
“Mengenai model kerja sama, kami bisa mengarahkannya pada aspek pengumpulan zakat. Pada pelaksanaan pertunjukan seni, kami dapat berkolaborasi melalui program donasi atau amal (charity) yang terhubung dengan Baznas,” ujar Syarifuddin.
Dia menjelaskan Direktorat Kebudayaan UI tidak perlu membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) khusus. Mekanisme pengumpulan dana dapat dilakukan melalui rekening bersama yang dilengkapi kanal pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari Baznas.
Menurut Syarifuddin, mekanisme tersebut memungkinkan pengelolaan dan pemantauan dana dilakukan secara transparan.
Dana yang terkumpul melalui program donasi atau amal tersebut nantinya dapat dialokasikan untuk mendukung kesejahteraan pekerja seni. Baznas juga akan menyesuaikan program pemberdayaan dengan kategori delapan golongan penerima zakat atau mustahik.
Syarifuddin mengatakan pekerja seni yang masuk kategori mustahik dapat memperoleh dukungan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi produktif Baznas, seperti ZMart dan ZChicken.









































