PalmCo Akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat Lewat Penyaluran 6 Juta Bibit Unggul

4 hours ago 23

PalmCo Akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat Lewat Penyaluran 6 Juta Bibit Unggul

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Holding Perkebunan PTPN III (Persero) lewat Subholding PTPN IV PalmCo pun mempercepat distribusi bibit unggul bersertifikat untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat (PSR). Foto: dok PalmCo

jpnn.com, JAKARTA - Persoalan klasik penggunaan benih tidak bersertifikat masih menjadi penyebab rendahnya produksi tandan buah segar (TBS) di banyak kebun rakyat.

Holding Perkebunan PTPN III (Persero) lewat Subholding PTPN IV PalmCo pun mempercepat distribusi bibit unggul bersertifikat untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat (PSR). 

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan tidak hanya bibit, pihaknya juga memperkuat pendampingan kelembagaan petani untuk menutup kesenjangan produktivitas antara kebun rakyat dan perusahaan.

PalmCo juga melakukan pembenahan sektor hulu karena menjadi kunci daya saing industri sawit dalam jangka panjang. 

“Intervensi harus dimulai dari benih. Kesalahan memilih benih di awal tanam bisa berdampak sampai 25–30 tahun ke depan. Karena itu, kami memastikan petani mendapatkan bibit unggul yang jelas asal-usul dan kualitasnya,” sebut Jatmiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/2).

Dia meneruskan secara keseluruhan, perusahaan telah menyalurkan sekitar 6 juta bibit unggul bersertifikat untuk mendukung peremajaan di lahan sekitar 41.000 hektar yang melibatkan lebih dari 20.000 petani di berbagai penjuru nusantara.

Jatmiko menegaskan, tanggung jawab perusahaan tidak berhenti pada pengelolaan kebun inti. 

“Kami ingin petani di sekitar wilayah operasional memiliki daya saing yang setara. Kalau produktivitas rakyat naik, dampaknya bukan hanya ke perusahaan, tetapi juga ke ekonomi daerah,” katanya.

Persoalan klasik penggunaan benih tidak bersertifikat masih menjadi penyebab rendahnya produksi tandan buah segar (TBS) di banyak kebun rakyat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |