jatim.jpnn.com, PACITAN - Wilayah Pacitan diguncang gempa bumi tektonik, Selasa (27/1) pukul 08.20.44 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,7.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono menjelaskan episenter gempa berada di koordinat 8,18 derajat Lintang Selatan dan 111,33 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di darat sekitar 24 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 122 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa menengah akibat aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng,” ujar Daryono dalam keterangan tertulis.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga Bali dan DIY. Di Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung, guncangan dirasakan dengan skala III–IV MMI, di mana getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
Sementara itu, di Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar, intensitas gempa mencapai III MMI, terasa nyata seperti ada truk besar melintas. Getaran juga dirasakan di Madiun, Jember, Mojokerto, Denpasar, Kuta, Karangasem, dan Mataram dengan skala II–III MMI.
Di wilayah Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, dan Pasuruan, gempa dirasakan pada skala II MMI, dengan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Sejumlah warga turut merasakan getaran gempa tersebut. Aini Kusuma, warga Malang mengaku merasakan guncangan saat berada di dalam rumah. Hal serupa dirasakan Dedy, warga Kediri yang menyebutkan getaran cukup terasa meski hanya sebentar.







































