Optimasi Hilirisasi Bauksit Nasional, Potensi Ciptakan Nilai Tambah Triliunan Rupiah

3 hours ago 19

Optimasi Hilirisasi Bauksit Nasional, Potensi Ciptakan Nilai Tambah Triliunan Rupiah

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Indonesia tercatat memiliki total sumber daya bauksit sekitar 7,78 miliar ton. Foto: Mind ID

jpnn.com, JAKARTA - Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi alumina dan aluminium memasuki babak baru.

Salah satu proyek yang digencarkan oleh pemerintah yakni fasilitas penambangan dan pengolahan bauksit terintegrasi yang berlokasi Mempawah, Kalimantan Barat.

Proyek ini dikelola oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), yang merupakan inisiasi dari Anggota Grup MIND ID yakni PT Aneka Tambang Tbk dan PT Indonesia Asahan Aluminium. 

Kehadiran fasilitas pemurnian tersebut menjadi tonggak penting dalam transformasi struktur industri pertambangan nasional, dari yang selama ini didominasi ekspor bahan mentah menuju industri bernilai tambah guna mendukung pertumbuhan ekonomi 8%.

Adapun, Indonesia tercatat memiliki total sumber daya bauksit sekitar 7,78 miliar ton.

Jika seluruh cadangan dijual dalam bentuk bahan mentah dengan asumsi harga US$40 per metrik ton, potensi nilai ekonominya hanya sekitar US$311,2 miliar atau setara Rp5.238 triliun dengan asumsi kurs JISDOR Rp16.834 per dolar AS.

Nilai ekonomi dari sumber daya alam mineral Indonesia tersebut melonjak ketika bauksit diolah lebih lanjut.

Bila diproses lebih lanjut melalui proses pemurnian, maka 3 ton bauksit akan menghasilkan 1 TON alumina. 

Indonesia tercatat memiliki total sumber daya bauksit sekitar 7,78 miliar ton. Simak selengkapnya di sini.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |