jpnn.com - JAKARTA - Nilai tukar rupiah hari ini Kamis (21/5) pagi bergerak melemah tipis 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.655 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.654 per dolar AS.
Menurut Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, pelemahan rupiah dipengaruhi harga minyak yang masih tinggi.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah dengan kisaran di Rp17.690 - Rp17.740 dipengaruhi oleh faktor global harga minyak yang masih di atas 100 dolar AS per barel dan index dollar yang masih kuat,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Mengutip Anadolu, saat ini harga Brent berjangka diperdagangkan seharga 104,5 dolar AS per barel, turun sekitar 6,5 persen.
Adapun harga West Texas Intermediate (WTI) turun 5,5 persen menjadi 98 dolar AS per barel.
Sentimen penurunan ini dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir, dan persediaan minyak AS turun paling banyak dalam sejarah pekan lalu.
Trump mengatakan negosiasi dengan Iran terus berlanjut dan akan segera jelas apakah kedua pihak dapat mencapai kesepakatan.
Penurunan harga juga terjadi seiring dengan penurunan persediaan minyak mentah AS, termasuk cadangan strategis, yang paling signifikan dalam sejarah pekan lalu karena ekspor melonjak dan mulai mengurangi cadangan domestik.







.jpeg)
































