bali.jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Hukum (Kemenkum) memberikan apresiasi kepada Pengajar, Pembina, dan Taruna/i Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) atas kontribusi mereka dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sebagai bentuk penghormatan atas aksi kemanusiaan pascabencana.
Menkum Supratman menilai pengabdian para taruna di Aceh Tamiang yang terdampak bencana merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama.
Menurut Menkum Supratman, keterlibatan langsung dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan menjadi pembelajaran penting bagi taruna, tidak hanya dalam konteks akademik, tetapi juga dalam membentuk empati dan kepekaan sosial.
“Yang paling dipentingkan dalam hidup adalah peduli kepada sesama, khususnya kepedulian kepada orang-orang yang di ‘bawah’ maupun orang yang mengalami kesulitan,” ujar Menkum Supratman kepada seluruh tim kemanusiaan Poltekpin, di Graha Pengayoman, Sabtu (31/1).
Menkum Supratman menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian tersebut bukan sekadar aksi kemanusiaan, melainkan pengalaman berharga yang mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pendidikan membangun kemampuan kognitif, penelitian melahirkan ilmu terapan, sementara pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang penting untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan empati.
“Tidak semua orang mendapat kesempatan seperti ini.










































