Menlu Rusia Sebut Dewan Perdamaian Bentukan Trump tak Bisa Menggantikan PBB

3 days ago 20

Menlu Rusia Sebut Dewan Perdamaian Bentukan Trump tak Bisa Menggantikan PBB

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Arsip foto - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (PMC) bersama Rusia di Jakarta, Kamis (13/7/2023). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU/aa.)

jpnn.com - MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyelesaikan situasi di Gaza, Palestina, tidak dapat menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Tidak. Ini cerita yang berbeda," kata Lavrov, Rabu (11/2), menanggapi pertanyaan tentang apakah Dewan Perdamaian dapat menggantikan PBB.

AS "tidak menyukai PBB" terlepas dari afiliasi politik, karena di sana, "Anda harus membujuk seseorang" dan mendorong kompromi," imbuh Lavrov.

"Mereka ingin agar mekanisme itu menyerupai dewan perdamaian. Mereka akan berkata, 'Kami akan mengelolanya,' mereka akan memutuskan, dan Anda berkumpul di sana dan mencari solusi," katanya.

Sebelumnya, pada Januari, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian dan mengundang para pemimpin dari sekitar 50 negara untuk bergabung.

Rusia menyatakan telah siap mengirimkan dana sebesar 1 miliar dolar AS (hampir Rp 17 triliun) yang berasal dari aset Rusia yang sebelumnya dibekukan Amerika Serikat untuk mendukung Dewan Perdamaian, kata Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Kita bisa mentransfer 1 miliar dolar AS dari aset Rusia yang dibekukan di bawah pemerintahan AS sebelumnya ke Dewan Perdamaian," kata Putin dalam pertemuan dengan anggota tetap Dewan Keamanan Rusia pada Rabu (21/1).

Dia mengatakan Rusia akan menanggapi usulan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian setelah kementerian luar negerinya mempelajari beberapa dokumen dan berkonsultasi dengan mitra-mitra strategis Rusia.

Menlu Rusia Sergey Lavrov menegaskan Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump tak bisa menggantikan PBB.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |