Menhut: 13 Taman Nasional Akan Dikembangkan Jadi Kawasan Konservasi Kelas Dunia

6 hours ago 14

 13 Taman Nasional Akan Dikembangkan Jadi Kawasan Konservasi Kelas Dunia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kanan) dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional Hashim Djojohadikusumo dalam pertemuan bersama NGO di Kantor Kemenhut, Rabu (29/4/2026). Foto: Kemenhut

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah mempercepat upaya revitalisasi taman nasional melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional.

Satgas telah melakukan pertemuan untuk merumuskan langkah konkret dalam memperbaiki tata kelola Taman Nasional di Indonesia menjadi kelas dunia.

“Ide besarnya adalah bagaimana kita secara bersama-sama, tentu dengan masyarakat juga, dengan aksi yang konkret, bisa membuat taman nasional kita menjadi Taman Nasional yang baik,” ujar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam pertemuan bersama NGO, di Kantor Kemenhut, Rabu (29/4/2026).

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional pada tanggal 16 April 2026.

Satgas ini diketuai oleh Hashim Djojohadikusumo, Wakil Ketua bidang Regulasi Raja Juli Antoni, dan Wakil Ketua bidang Investasi Mari Elka Pangestu.

Menhut Raja Juli Antoni mengatakan 13 Taman Nasional akan dijadikan proyek percontohan (pilot project) untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi berkelas dunia melalui skema pembiayaan inovatif.

Ia menegaskan pengelolaan Taman Nasional harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem perlindungan hutan.

“Hampir mustahil kita bisa menjaga Taman Nasional kita tanpa bantuan masyarakat. Jadi sekali lagi, idenya adalah bagaimana taman nasional kita ini dikelola secara profesional,” tegasnya.

Berikut daftar 13 Taman Nasional yang akan dikembangkan jadi kawasan konservasi kelas dunia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |