jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah melakukan pembahasan terkait penataan guru ke depan.
Pembahasan itu dilakukan secara lintas kementerian dan lembaga.
Menurut dia, berbagai upaya terus dilakukan supaya kebutuhan guru tetap terpenuhi dan layanan pendidikan berjalan baik.
“Jadi, kami sudah melakukan upaya-upaya untuk persoalan guru ini,” kata Mu'ti, Selasa (19/5).
Salah satu yang dilakukan ialah menerbitkan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026.
Hal ini bertujuan supaya tidak ada guru honorer yang saat ini mengisi kekosongan guru aparatur sipil negara (ASN) dirumahkan oleh pemerintah daerah.
Upaya lainnya ialah melakukan redistribusi guru ASN.
Kemendikdasmen mencatat kebutuhan guru ASN hingga tahun ini mencapai 498 ribu.






































