jpnn.com, JAKARTA - Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menyebut saat ini perlu dilakukan reformasi total atau re-tooling, terhadap sistem dan struktur di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hal demikian dikatakan Megawati saat berpidato pada seminar Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Sabtu (18/4).
Dia menyebutkan sistem di PBB saat ini sudah usang karena lahir dari konstelasi Perang Dunia (PD) II.
Menurut Ketum PDI Perjuangan itu, reformasi total PBB juga digaungkan Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno dalam pidato pada 1960 berjudul To Build The World a New.
"Bung Karno menyerukan reformasi atau re-tooling PBB. Kesetaraan antarbangsa menjadi agenda terbesar Bung Karno," ujar Megawati dalam pidatonya.
Megawati mengatakan gagasan besar Bung Karno terkait reformasi PBB ialah menghapuskan hak istimewa negara-negara tertentu yang dinilai menciptakan ketimpangan global.
"Bung Karno mengusulkan penghapusan hak veto yang dimiliki negara pemenang Perang Dunia II. Selain itu, perlu ada perubahan Piagam PBB dengan memasukkan Pancasila sebagai landasan internasional," kata dia.
Tak hanya soal ideologi dan hak suara, Megawati juga mendorong perubahan struktur Dewan Keamanan hingga pemindahan Markas Besar PBB ke negara yang netral.








































