jpnn.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengkritik maraknya pemberian regulasi yang dinilai memanjakan konsesi besar, sehingga memicu bencana ekologis.
Hal demikian dikatakan Megawati dalam pidato politik saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1).
Putri Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu menilai banjir ekstrem dan longsor sebagai dampak nyata dari perubahan fungsi lahan penyangga menjadi kawasan eksploitasi.
"Undang-undang dan regulasi yang memberi karpet merah pada konsesi besar telah membuka jalan bagi deforestasi, perampasan tanah, dan penghancuran ekosistem," kata Megawati saat berpidato di acara, Sabtu.
Presiden kelima RI itu menegaskan bahwa PDI Perjuangan menolak model pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan mengabaikan keadilan ekologis.
Adapun, kritik Megawati sekaligus menjadi instruksi bagi seluruh kader PDI Perjuangan, terutama yang berada di eksekutif dan legislatif.
Utamanya, mereka didorong berani menyuarakan kebenaran ekologis dan melawan kebijakan yang merusak bumi.
"Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban," ujar Megawati.














































