Lima WNI Ditahan Militer Israel, KSP Dudung Pastikan Upaya Pemulangan Terus Berjalan

1 month ago 84

Lima WNI Ditahan Militer Israel, KSP Dudung Pastikan Upaya Pemulangan Terus Berjalan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026) ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat guna memastikan akses kepulangan sembilan WNI peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza, Palestina.

Upaya diplomasi ini diambil menyusul penahanan lima WNI oleh militer Israel, sementara empat WNI lainnya dilaporkan masih berada di atas kapal yang berlayar di perairan Mediterania Timur.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengatakan pemerintah melakukan pendekatan dengan otoritas setempat untuk memastikan akses kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang mengikuti Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza, Palestina.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, Kepala Staf Kepresidenan Dudung mengatakan bahwa terdapat lima WNI yang ditahan oleh militer Israel dan empat lainnya yang masih berada di kapal berbeda di perairan Mediterania timur.

"Situasi di lapangan masih sangat dinamis, keempat warga negara Indonesia yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan," ujar Dudung.

Pemimpin Kantor Staf Presiden (KSP) itu menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sudah melakukan koordinasi awal dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Turki, Mesir, Italia, dan Yordania sebagai langkah antisipasi untuk penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) jika paspor disita dan dukungan medis jika diperlukan.

"Selanjutnya, perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan warga negara Indonesia dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian," kata Dudung menambahkan.

Pemerintah Indonesia juga telah bergabung dengan sembilan negara lainnya, yaitu Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel ke GSF.

Pemerintah sedang melobi otoritas setempat untuk memulangkan 9 WNI yang mengikuti Global Sumud Flotilla (GSF) setelah 5 di antaranya ditahan militer Israel.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |