jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) serius melakukan pembenahan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Edy, jika kejadian serupa terus muncul di berbagai daerah, persoalannya tidak lagi dapat dilihat semata sebagai insiden di satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Edy menyebut pola kejadian yang berulang menunjukkan perlunya evaluasi terhadap sistem pengawasan dan pengendalian keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG secara menyeluruh.
"Jangan hanya melihatnya sebagai kejadian per kejadian, tetapi harus dicari apakah ada kelemahan dalam sistem pengawasan dan pengendalian keamanan pangan MBG," kata Edy, Rabu (9/9).
Dia menjelaskan dalam beberapa hari terakhir, dugaan keracunan MBG dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, antara lain Sidoarjo, Rembang, Agam, Bener Meriah, dan Tana Toraja.
Di Rembang, misalnya, sebanyak 777 murid dan guru SMAN 1 Lasem dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan. Kasus serupa kembali dilaporkan di MAN 2 Rembang dengan sekitar 200 siswa dan tujuh guru mengalami gejala seperti muntah dan diare.
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan BGN harus memastikan standar keamanan pangan diterapkan secara ketat dan konsisten oleh seluruh SPPG. Pengawasan tidak boleh hanya dilakukan setelah muncul korban.
“Jangan sampai pengawasan baru bergerak setelah terjadi keracunan," ucap Edy.

















































