jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat 18 poin atau 0,10 persen pada penutupan perdagangan, Senin (27/4).
Mata uang garuda menguat menjadi Rp 17.211 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.229 per USD.
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah dipengaruhi potensi pembicaraan damai antara Iran dengan AS.
“Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi diperkirakan akan tiba di Islamabad pada Jumat (1/5) malam untuk membahas proposal untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan AS setelah pembicaraan gagal awal pekan ini,” ucap Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran mengajukan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang.
Sebelumnya, pasar khawatir akan peningkatan eskalasi militer di kawasan tersebut, sehari pasca Iran merilis rekaman pasukan komando yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz.
“Navigasi melalui Selat Hormuz, yang sebelum perang mengangkut sekitar seperlima produksi minyak global, tetap terblokir secara efektif,” jelas dia.
Ibrahim melanjutkan penangkapan dua kapal kargo oleh Iran menyoroti kesulitan Washington dalam upaya mengendalikan jalur tersebut.







































