jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menghasilkan komitmen bisnis mencapai 33,89 miliar US Dolar atau setara dengan Rp 575 triliun dari kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan.
Hasil didapatkan dari komitmen kerja sama bisnis dengan nilai yang sangat signifikan.
“Dari Jepang tercatat komitmen bisnis sebesar USD 23,63 miliar atau setara Rp 401,7 triliun, sementara dari Republik Korea mencapai USD 10,26 miliar atau setara Rp 174 triliun,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, pada Kamis (2/4).
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, serta pembangunan sektor strategis nasional.
Teddy menegaskan bahwa keterlibatan langsung Prabowo dalam dialog dengan para pelaku usaha menjadi faktor kunci dalam mendorong terwujudnya kesepakatan tersebut.
“Bapak Presiden tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi aktif mendengarkan, merespons cepat, dan memberikan solusi serta perintah langsung atas berbagai masukan dari dunia usaha. Ini yang membuat kepercayaan investor semakin kuat,” kata dia.
Teddy memastikan bahwa pemerintah akan mengawal seluruh komitmen tersebut agar dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (mcr4/jpnn)









































