jpnn.com, JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Ketua Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), memperkirakan pertumbuhan ekonomi keseluruhan pada 2025 berada di level 5,2 persen.
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan hal tersebut ditopang kenaikan permintaan domestik, sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi yang didukung oleh stimulus dari kebijakan fiskal dan moneter.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan ke depan," kata Purbaya di kawasan Djuanda, Jakarta Pusat, Selasa (27/1).
Secara terperinci, pada triwulan IV tahun 2025, purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur berada di zona ekspansi, indeks penjualan riil tumbuh positif, dan neraca perdagangan mencatat surplus.
Penyaluran kredit perbankan turut memperkuat likuiditas yang tercermin dari pertumbuhan M0 atau uang primer sebesar 11,4 persen yoy pada Desember, dan menekan dana perbankan; ini juga didukung oleh kebijakan dari Bank Sentral.
Sementara itu, pertumbuhan uang beredar dalam arti luas atau M2 pada Desember 2025 tercatat sebesar 9,6 persen secara year on year (yoy).
Purbaya menuturkan pertumbuhan tersebut dipengaruhi perkembangan penyaluran kredit.
"Pertumbuhan M0 yang tinggi tersebut turut dipengaruhi ekspansi fiskal moneter sejalan dengan ekspansi likuiditas Bank Sentral dan stimulus fiskal pemerintah di akhir tahun," ujarnya. (mcr31/jpnn)












































