jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo menyatakan Presiden Prabowo Subianto sangat memahami kondisi ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap mata uang dunia, termasuk rupiah.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa masyarakat desa tidak banyak menggunakan dolar Amerika Serikat dinilai sangat menyentuh dan sarat makna.
Menurut Anshar Ilo, pernyataan Presiden Prabowo dalam pidato peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap struktur ekonomi Indonesia yang bertumpu pada kekuatan konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi rakyat di desa.
"Presiden Prabowo sangat memahami bahwa gejolak nilai tukar dolar memang menjadi perhatian di tingkat global. Namun beliau juga tahu bahwa fondasi ekonomi Indonesia tidak semata-mata bergantung pada transaksi berbasis dolar, melainkan pada kekuatan ekonomi rakyat kecil, khususnya di desa-desa,” ujar Anshar Ilo, Selasa (19/5/2026).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan masyarakat kecil, terutama yang berada di pedesaan, tidak terlalu terdampak langsung oleh naik turunnya kurs dolar AS karena sebagian besar aktivitas ekonomi mereka berlangsung menggunakan rupiah dan berorientasi pada kebutuhan sehari-hari.
“Ketika banyak negara mengalami kepanikan akibat ketidakpastian global, Indonesia justru tetap menunjukkan stabilitas ekonomi yang baik. Ini karena Presiden Prabowo fokus memperkuat ekonomi rakyat dari bawah,” katanya.
Dia menilai tidak banyak pemimpin nasional yang mampu melihat persoalan ekonomi global dari sudut pandang rakyat kecil.
Pada saat banyak pihak sibuk membahas kurs, pasar keuangan, dan indikator makro ekonomi, menurut Anshar Ilo, Presiden Prabowo justru mengingatkan bahwa mayoritas rakyat Indonesia tetap bekerja, bertani, berdagang, dan menghidupi keluarganya dengan rupiah.








































