jpnn.com, JAKARTA - Kemendikdasmen menyiapkan kuota 90.447 untuk pengembangan guru SD mengajar Bahasa Inggris.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani mengatakan penetapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib merupakan langkah strategis untuk membekali murid dengan kemampuan dasar sejak dini.
“Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib merupakan upaya kami untuk membekali murid dengan kemampuan dasar berbahasa Inggris," kata Dirjen Nunuk dalam Webinar Sapa GTK Episode 2 dengan tema Siap Mengajar Bahasa Inggris di SD melalui PKGSD-MBI baru-baru ini.
Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus penguatan kapasitas guru dalam mengimplementasikan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
Dirjen Nunuk mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan guru agar dapat memberikan pembelajaran Bahasa Inggris dengan mudah dan menyenangkan.
Dalam jangka panjang, guru perlu terus melakukan refleksi agar pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan murid.
Dia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi guru dalam implementasi program Pengembangan Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).
“Program PKGSD-MBI dirancang untuk memberikan penguatan kapasitas guru secara bertahap dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa guru tidak berjalan sendiri, tetapi didukung melalui pelatihan, pendampingan, dan ruang berbagi praktik baik,” jelas Dirjen Nunuk.









































