jpnn.com, SURABAYA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan resmi menutup rangkaian safari kerja maratonnya. Titik terakhir peninjauan dipusatkan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Gubah, Surabaya, pada Sabtu (4/7).
Kegiatan ini mengakhiri agenda Management Walkthrough (MWT) yang berjalan sejak Senin (29/6). Langkah taktis lapangan ini menyasar wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus).
Fokus utama jajaran petinggi adalah memantau keandalan stok energi secara langsung. Komoditas yang diperiksa meliputi Bahan Bakar Minyak (BBM), Avtur, hingga LPG.
Langkah taktis di lapangan ini diambil guna memastikan seluruh rantai pasok energi di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) berada dalam kondisi prima. Fokus utama peninjauan meliputi keandalan stok mulai dari Bahan Bakar Minyak (BBM), Avtur, hingga Liquefied Petroleum Gas (LPG) demi melayani kebutuhan masyarakat secara optimal.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mengejawantahkan arahan tegas Presiden Prabowo Subianto, di mana sebelumnya orang nomor satu di Indonesia itu berulang kali mengamanatkan bahwa ketahanan dan swasembada energi adalah pilar mutlak yang harus dijaga demi kedaulatan serta keberlanjutan ekonomi bangsa.
Dalam konteks tersebut, SPBE Gubah memegang peranan krusial sebagai salah satu tulang punggung rantai pasok energi nasional di hilir. Fasilitas ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas stok LPG, yang menyasar langsung kebutuhan rumah tangga, pangkalan, hingga sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Di sela-sela peninjauan fasilitas produksi, Mochamad Iriawan menegaskan bahwa Pertamina bergerak cepat di lapangan untuk memastikan amanat Kepala Negara tersebut berjalan tanpa sumbatan. Ia memastikan bahwa pasokan gas untuk masyarakat berada dalam posisi yang sangat aman dan mencukupi.
"Presiden Prabowo Subianto telah mengamanatkan dengan sangat jelas bahwa ketahanan energi tidak boleh ditawar. Hari ini, setelah sepekan menyisir wilayah Jatimbalinus, saya pastikan stok LPG untuk masyarakat dan pelaku UMKM di Surabaya aman. Kita wajib menjaga urat nadi ekonomi rakyat ini agar swasembada energi benar-benar dirasakan di tingkat akar rumput," tegas pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.







































