jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Memasuki akhir pekan pertama di bulan Mei, antusiasme pencinta film di Yogyakarta diprediksi akan meningkat. Sejumlah pusat perbelanjaan utama seperti Plaza Ambarrukmo, Empire XXI, dan Jogja City Mall (JCM) telah merilis jadwal tayang yang didominasi oleh film-film blockbuster dan karya sineas lokal yang tengah naik daun.
Dua film yang paling banyak diperbincangkan pekan ini adalah Ghost in the Cell dan Para Perasuk.
Ghost in the Cell adalah film horor komedi satir karya Joko Anwar yang rilis pada April 2026, berlatar di Lapas Labuhan Angsana yang penuh penindasan petugas dan konflik antarnarapidana.
Kedatangan napi baru bernama Dimas, mantan jurnalis dengan masa lalu kelam, memicu kematian misterius satu per satu yang brutal dan menyeramkan.
Hantu penjara hanya membunuh mereka dengan aura negatif terkuat, seperti kebencian atau keserakahan, memaksa para tahanan berlomba berbuat baik, beribadah, dan akhirnya bersatu melawan ketidakadilan untuk bertahan hidup.
Sedangkan Para Perasuk adalah film Indonesia arahan Wregas Bhanuteja yang rilis pada April 2026, mengisahkan tradisi unik pesta kerasukan di Desa Latas.
Bayu, pemuda berbakat yang dimainkan Angga Yunanda, bercita-cita menjadi perasuk utama untuk memimpin ritual Sambetan, di mana roh binatang menghadirkan halusinasi nikmat bagi warga.
Konflik muncul saat mata air keramat desa terancam digusur perusahaan untuk pembangunan industri. Bayu berjuang menggelar pesta besar-besaran guna mengumpulkan dana penebusan, sambil belajar bahwa ambisi saja tak cukup selamatkan tradisi dari modernisasi. Narasi yang dibangun tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga kengerian psikologis yang mendalam bagi siapa pun yang menontonnya.








































