jpnn.com - JEMBER - Banjir menerjang 17 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akibat hujan deras selama beberapa jam yang mengguyur daerah tersebut pada Kamis (12/2) sore hingga Jumat dini hari.
"Banjir melanda delapan kecamatan dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK)," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edi Budi Susilo, Jumat (13/2).
Dikatakan, hujan deras yang terjadi selama beberapa jam pada Kamis menyebabkan debit air di sejumlah sungai di beberapa kecamatan meningkat, yakni Sungai Dinoyo, Sungai Kaliputih, Sungai Kaliklepuh, Kalijompo, Sungai Rembangan, Sungai Bedadung, Sungai Karangbayat, dan Sungai Gondangdia.
"Pada Kamis malam pukul 19.00 WIB air meluap ke permukiman warga dengan ketinggian 30 centimeter hingga dua meter, kemudian menggenangi akses jalan, merobohkan jembatan dan lalu lintas mengalami kemacetan," tuturnya.
Banjir melanda Kecamatan Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Kecamatan Balung.
Total warga yang terdampak banjir sebanyak 3.944 KK dan infrastruktur yang terdampak, yakni tiga jembatan dan satu pondok pesantren.
"Jembatan putus akibat diterjang banjir bandang yang cukup deras di Desa Suci, Kecamatan Panti, sehingga akses warga terganggu akibat bencana tersebut," katanya.
Edi menjelaskan banjir yang terparah terjadi di Kecamatan Rambipuji dan tingginya lebih dari satu meter, sehingga sebanyak 299 warga mengungsi di beberapa titik yang aman dari banjir.










































