jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan Indonesia memiliki modal besar berupa generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dia pun mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan teknologi dan ekonomi global.
“Kreativitas anak muda harus menjadi kekuatan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ibas dalam Seminar Kebangsaan Fraksi Partai Demokrat bersama Kementerian Ekonomi Kreatif bertema “Muda Berkarya, Ekonomi Berdaya, Indonesia Maju”, baru-baru ini.
Seminar tersebut mempertemukan unsur parlemen, pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk membahas masa depan ekonomi kreatif, perkembangan teknologi, politik, dan demokrasi.
Lebih lajut, menurut Ibas, tantangan generasi muda saat ini bukan semata-mata kekurangan ide. Justru, banyak anak muda memiliki gagasan besar tetapi ragu untuk memulai,” beber Ibas.
“Ide harus bisa menjadi karya. Karya harus bisa menjadi nilai. Dan nilai harus menciptakan kesempatan. Inilah kerja dari ekonomi kreatif,” jelas Ibas.
Seseorang, katanya, tidak selalu harus memiliki modal besar untuk memulai. Kemampuan menggunakan laptop, kamera, keterampilan teknologi, seni, desain, maupun kemampuan membuat konten dapat dikembangkan menjadi usaha apabila dikerjakan secara serius dan berkelanjutan.
Dia pun mendorong anak muda untuk tidak terjebak dalam pola pikir bahwa sebuah gagasan hanya bisa diwujudkan setelah memiliki jabatan, posisi, atau modal besar.

















































