jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan penanganan terhadap anak-anak korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha, Sorosutan. Berdasarkan hasil skrining pertumbuhan dan perkembangan terbaru, 18 anak terdeteksi mengalami masalah gizi.
"Dari 149 anak yang menjalani skrining pertumbuhan, ditemukan 18 anak mengalami masalah gizi pada tahapan berat badan kurang dan gizi kurang," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta Aan Iswanti di Yogyakarta, Selasa (19/5).
Aan menjelaskan bahwa kondisi 18 anak tersebut merupakan tahap awal kekurangan gizi sehingga memerlukan intervensi medis segera dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat.
“Delapan belas anak dirujuk ke puskesmas untuk validasi status gizinya oleh Tim Asuhan Gizi Puskesmas. Sembilan anak saat ini telah ke puskesmas," tambahnya.
Aksi cepat tanggap ini dilakukan secara kolaboratif oleh Dinkes Yogyakarta bersama jaringan puskesmas, UPT Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Yogyakarta.
Selain memantau berat badan dan gizi, Pemkot Yogyakarta juga menaruh perhatian besar pada aspek psikologis dan motorik anak melalui skrining perkembangan menyeluruh.
Dari hasil skrining perkembangan terhadap 153 anak, Pemkot Yogyakarta menemukan bahwa 122 anak masuk kategori normal, 19 meragukan dan 12 lainnya mengalami penyimpangan perkembangan.
Guna memastikan akurasi data, skrining perkembangan ini melibatkan psikolog klinis.





































