jpnn.com, JAKARTA - Harga emas dunia mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan hari ini hingga menyentuh level 4.120 dolar AS per troy ounce.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan tren penguatan ini akan terus berlanjut hingga kuartal ketiga 2026.
Dia memproyeksikan harga emas berpeluang besar menembus level 5.200 dolar AS per troy ounce pada minggu kedua kuartal tersebut.
"Artinya apa? Kalau seandainya 5.200 sampai akhir tahun, ya, 5.500 sampai 6.000, ya, kemungkinan besar akan tercapai," ujar Ibrahim kepada wartawan, Selasa (11/8).
Faktor utama pendorong harga logam mulia ini ialah indeks dolar Amerika Serikat yang terus melemah hingga mengalami gap down pada pembukaan pasar Asia.
Ibrahim memrediksi pelemahan dolar dipicu pernyataan Donald Trump mengenai keinginan berdamai dengan Iran serta kendala anggaran perang yang dihadapi pemerintah Amerika Serikat.
Meski ketegangan militer di Timur Tengah tetap tinggi, hal tersebut tidak menghalangi aliran pasokan melalui Selat Hormuz berkat kesepakatan manajemen bersama antara Iran dan Oman.
Lancarnya transportasi di Selat Hormuz memberikan sentimen positif bagi pasar global yang kemudian turut mendorong penguatan harga emas lebih lanjut.








































