jateng.jpnn.com, JEPARA - Hampir 3.600 kepala keluarga terdampak dan sempat terisolasi karena akses jalan terputus di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Longsor di lereng Gunung Muria ini tercatat 23 titik.
Setidaknya enam rumah rusak ringan, satu rumah rusak berat, serta dua unit usaha milik warga yang ikut terdampak.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan longsor di Desa Tempur terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut.
Menuurtnya, secara geografis, Desa Tempur berada di lereng Gunung Muria yang dikenal rawan longsor. Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau titik terdampak itu.
“Saya dengan Pak Wakil Gubernur telah melakukan cek ricek, termasuk penanganan beberapa daerah kabupaten kita yang terdampak bencana, yaitu wilayah Kudus, Jepara, dan Pati. Tapi yang agak parah ini ada di Desa Tempur, Jepara,” kata Luthfi di lokasi, Selasa (13/1).
Pihaknya mengklaim telah mengambil langkah cepat terkait penanganan bencana pascabencana. Menurutnya, bantuan logistik yang dibutuhkan oleh warga terdampak bencana sudah dikirim sejak Senin (12/1) kemarin.
“Berkat kecepatan Basarnas, BPBD, sukarelawan, termasuk TNI dan Polri, aksesnya bisa diterobos dengan jalan kendaraan roda dua,” ujar Luthfi.
Menurutnya, dalam situasi krisis, kecepatan respons menjadi kunci agar dampak tidak semakin meluas. Pihaknya menyebut akan mengerahkan alat berat untuk membuka akses darurat.











































