jpnn.com - Iri. Umur segitu masih sangat sehat. Wajahnya masih halus --tanpa keriput. Ia anak nomor enam dari tujuh bersaudara. Berarti kakak-kakaknya jauh di atas 75 tahun.
Pun orang tua. Juga bisa saling iri. Ia juga iri pada kondisi badan saya. Kami seumur, hanya beda shio. Juga beda nasib --nasibnya jauh lebih baik. Ups, bukan nasib. Tapi kecerdasan. Kecerdasannya lebih baik. Terutama dalam memilih jenis bisnis.
Dahlan Iskan bersama Hady Karyono dan istri.--
Saya memilih bisnis yang ternyata mati lebih cepat dari perkiraan: koran. Ia pilih bisnis di bidang distribusi dan logistik. Nama orang itu: Hady Karyono. Nama perusahaannya: PT Borwita.
Pun produsen sebesar P&G dan Philips percaya pada Borwita --untuk mendistribusikan produk mereka. Sudah sejak puluhan tahun lalu.
Seperti juga pendirinya Borwita berumur panjang. Pekan lalu Borwita genap 50 tahun. Hady, pendiri dan pemilik Borwita, genap 75 tahun --tiga hari sebelumnya. Perkawinan mereka berusia 54 tahun.
Bisnis koran mati. Bisnis distribusi justru berkembang. Pun tahun lalu: ketika banyak orang mengeluh ekonomi sedang sulit. Borwita tumbuh pesat.
Salah satu manajer Borwita pun bertanya kepada saya: bagaimana masa depan bisnis distribusi. Apakah bisa mati.

.jpeg)











































