jpnn.com, LAMPUNG SELATAN - Sejak H+9 pada 3 Januari 2026, PT ASDP Indonesia Ferry mencatat sebanyak 647.898 orang dan 161.695 unit kendaraan telah menyeberang dari Pulau Sumatera, kembali menuju Pulau Jawa.
Angka tersebut mencerminkan dinamika arus balik akhir tahun yang berjalan konsisten, meski tidak menunjukkan lonjakan signifikan seperti periode-periode sebelumnya.
Pola pergerakan masyarakat tahun ini cenderung lebih moderat, dengan distribusi perjalanan yang relatif merata sepanjang periode Nataru.
Direktur Keuangan ASDP, Bunga Herlina Oktaviyanti menjelaskan karakteristik libur Nataru 2025/2026 berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kedekatan jarak waktu antara Nataru dan Ramadan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk bepergian.
“Jumlah pengguna jasa pada periode ini relatif tidak terlalu signifikan. Selain karena jarak libur yang berdekatan dengan Ramadhan dan libur sekolah di bulan puasa, masyarakat juga mempertimbangkan faktor cuaca ekstrem, sehingga sebagian memilih menunda perjalanan dan fokus pada mudik Lebaran,” ujarnya.
Secara kumulatif, penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni pada periode H-10 hingga H+9 tercatat naik 1 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu, dari 641.521 orang menjadi 647.898 orang.
Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang meningkat 4,2 persen, dari 155.148 unit menjadi 161.695 unit.















































