jpnn.com, JAKARTA - Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang kini berstatus Level III (Siaga) menyita perhatian publik.
Menanggapi situasi itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan meminta warganya untuk tidak panik, tetapi tetap menjaga kewaspadaan.
Meski jarak Gunung Anak Krakatau terbilang jauh dari wilayah Tangsel, Pemkot menilai langkah antisipasi dan penyebaran informasi yang benar sangat penting agar tidak memicu kepanikan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa Pemkot terus berkoordinasi dengan BMKG, PVMBG, hingga BNPB untuk memantau perkembangan situasi secara berkala.
"Kami mengimbau masyarakat Tangerang Selatan untuk tetap tenang. Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," ujar Asep dalam keterangannya, Senin (7/9).
Sebagai langkah mitigasi mandiri jika sewaktu-waktu terdampak abu halus, warga diimbau untuk menyiapkan masker standar seperti KN95 dan kacamata pelindung.
Jika mata terkena debu vulkanik, hindari menguceknya dan segera bilas dengan air mengalir.
Bagi pengendara, kewaspadaan ekstra juga diperlukan karena abu vulkanik bisa membuat jalanan licin dan menggangu jarak pandang.

















































