bali.jpnn.com, KUTA - Gejolak geopolitik dan fluktuasi nilai tukar mata uang rupanya tidak mengurangi minat investor menanamkan investasinya di Provinsi Bali.
Langkah berani diambil manajemen Good Day Homestay yang resmi menggelar grand opening akomodasi teranyar mereka di kawasan Legian, Kuta, Badung, Sabtu (6/6).
Mengusung konsep hunian jangka panjang (long stay) dengan harga ekonomis, akomodasi ini membidik ceruk pasar turis asing, khususnya dari Australia.
“Kami berharap ke depan wisatawan ke Bali makin menggeliat,” ujar Owner Good Day Homestay Franky Tanimena, Sabtu (6/6) kemarin.
Manajemen Good Day Homestay optimistis operasional tahun ini menjadi stimulan bagi kedatangan pelancong domestik maupun internasional lewat berbagai agenda menarik ke depan.
“Oleh karena itu, kami berencana mengadakan beberapa event agar wisatawan lokal dan mancanegara bisa berbondong-bondong hadir karena wilayah Legian ini adalah magnet utama turis asing,” kata Franky Tanimena.
Menurutnya, di tengah situasi global yang dinamis, pelaku usaha harus bergerak agresif dan mengambil peluang, ketimbang sekadar bersikap menunggu (wait and see).
Menanggapi bayang-bayang krisis global akibat ketegangan geopolitik, Franky Tanimena justru menanggapnya sebagai tantangan.




































