jpnn.com, JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyoroti adanya 'saham gorengan'. Sebab adanya saham gorengan ini telah merugikan ekonomi di dalam negeri.
Karena itu, penindakan tegas terhadap saham-saham gorengan di Bursa Efek Indonesia merupakan langkah tepat membangun pasar modal yang lebih transparan di mata investor global.
"Menurut saya itu penting memang ke depan, karena ini memang arahnya agar saham-saham gorengan itu harus hilang sebagai implikasi dari upaya membangun pasar modal yang lebih transparan ke depan," ujar Eko dikutip Rabu (4/1).
Penindakan tegas terhadap aksi menggoreng saham atau saham gorengan merupakan satu-satunya cara agar peringkat pasar modal Indonesia tidak diturunkan oleh lembaga-lembaga pemeringkat global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) ke status frontier market.
"Itu satu-satunya cara, karena kalau tidak seperti itu maka RI akan masuk frontier market dan setelah itu pasti akan ditinggalkan oleh investor global," kata Eko.
Kalau investor global hengkang maka perdagangan atau trading di bursa menjadi tidak menarik, kalau pasar modal Indonesia tidak dilirik oleh investor global asing atau investor-investor yang besar maka pada akhirnya akan layu.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tidak menoleransi praktik share pricing atau menggoreng saham dan berkomitmen untuk menindak tegas para pelaku yang terlibat praktik manipulatif tersebut.
Ia mengatakan praktik spekulatif tersebut merusak pasar, merugikan investor serta menodai kredibilitas dan integritas pasar modal domestik.









































