jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Forum Zakat (FOZ) Agus Budiyanto menyatakan keprihatinan yang mendalam sekaligus kegeraman atas tindakan sewenang-wenang pasukan militer penjajah Israel terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Agus mengatakan terdapat total 50 kapal kemanusiaan yang berlayar dari berbagai titik di Laut Mediterania.
Armada tersebut membawa 337 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara, 9 orang di antaranya merupakan aktivis kemanusiaan dari Indonesia yang mewakili amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.
Namun, berdasarkan informasi terbaru per 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, pasukan penjajah Israel telah melakukan pencegatan dan pembajakan secara paksa terhadap 40 kapal kemanusiaan tersebut di perairan internasional.
Hingga saat ini, lebih dari 100 aktivis telah ditangkap dan diculik, termasuk 9 aktivis kemanusiaan Indonesia.
“Kami menegaskan bahwa seluruh bantuan medis, pangan, dan logistik yang disita secara paksa tersebut merupakan amanah titipan dari rakyat Indonesia,” ujar Agus dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (20/5).
Agus menyebut misi kemanusiaan ini didukung secara luas oleh masyarakat global.
Oleh karena itu, perampasan armada ini bukan sekadar penahanan logistik biasa, melainkan bentuk perampasan atas hak hidup rakyat Palestina dan pelecehan terhadap niat baik, pengorbanan, serta solidaritas masyarakat dunia, termasuk Indonesia.








































