Edukasi Kesehatan Reproduksi di Pesantren Dinilai Penting Cegah Risiko Sosial

4 weeks ago 64

Edukasi Kesehatan Reproduksi di Pesantren Dinilai Penting Cegah Risiko Sosial

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi - Guru mengajar di Madrasah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj

jpnn.com, JAKARTA - Pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja di lingkungan pesantren dan madrasah dinilai penting untuk mencegah kekerasan seksual, pergaulan bebas, dan berbagai risiko sosial lainnya di kalangan generasi muda.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi mengenai peluang kolaborasi program pendidikan kesehatan reproduksi remaja yang digelar di Jakarta, baru-baru ini. Program tersebut dirancang agar sesuai dengan nilai agama dan budaya Indonesia.

Ketua Baznas Sodik Mudjahid, mengatakan edukasi kesehatan reproduksi perlu diberikan secara tepat kepada remaja di lembaga pendidikan Islam sebagai bagian dari upaya perlindungan generasi muda.

Menurut Sodik, pendidikan kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk mencegah kekerasan seksual dan perilaku menyimpang di kalangan remaja.

Dia menilai pemahaman mengenai kesehatan reproduksi harus disampaikan dengan tetap mengedepankan nilai budaya lokal dan ajaran agama agar dapat diterima dengan baik di lingkungan pesantren dan madrasah.

“Kami menganggap ini sangat penting karena bagian dari kesehatan reproduksi itu adalah mencegah dari kekerasan dan juga mencegah seks bebas,” ujar Sodik.

Selain fokus pada edukasi remaja, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di masyarakat kurang mampu.

Melalui program itu, kelompok masyarakat fakir miskin diharapkan dapat memperoleh akses layanan dan perlindungan kesehatan yang lebih baik, khususnya saat proses persalinan.

Pendidikan kesehatan reproduksi di pesantren dan madrasah dinilai penting untuk mencegah kekerasan seksual dan pergaulan bebas di kalangan remaja.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |