jpnn.com, JAKARTA - Relawan Gebrakan Indonesia Berani Maju menyampaikan dukungan penuh terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto agar kementerian dan lembaga tidak menghambat para pengusaha dalam menjalankan kegiatan usaha dan investasi di Indonesia.
Pernyataan presiden tersebut merupakan pesan penting bahwa birokrasi negara harus hadir sebagai fasilitator pembangunan, bukan justru menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kemudahan berusaha, kepastian hukum, serta pelayanan publik yang cepat dan profesional merupakan kebutuhan mendesak dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif," kata Ketua Umum Relawan Gebrakan Indonesia Berani Maju, Nasrullah.
Sebagai sukarelawan yang sejak awal mendukung perjuangan dan visi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kata Nasrullah, pihaknya menilai bahwa arah kebijakan tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pihaknya percaya bahwa pengusaha bukanlah pihak yang harus dicurigai, melainkan mitra strategis negara dalam menciptakan pembangunan nasional.
"Karena itu, seluruh kementerian, lembaga, dan aparatur birokrasi harus mampu membangun pola kerja yang efektif, responsif, serta bebas dari praktik yang memperlambat proses usaha dan pelayanan publik," tambah Nasrullah.
Nasrullah pun mengungkapkan bahwa Relawan Gebrakan Indonesia Berani Maju mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung agenda reformasi birokrasi yang berpihak kepada kepentingan rakyat, dunia usaha, serta kemajuan ekonomi Indonesia.
Menurutnya, pidato Presiden harus menjadi momentum evaluasi bagi seluruh penyelenggara negara agar bekerja lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.







.jpeg)
































