jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan seluruh lulusan sekolah dasar (SD) pada tahun ajaran 2026/2027 akan tertampung di jenjang sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.
Kepastian itu disampaikan menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Kepala Dispendik Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, total daya tampung SMP negeri dan swasta di Surabaya mencapai sekitar 42 ribu kursi. Sementara jumlah lulusan SD tahun ini berada di angka sekitar 41 ribu siswa.
“Artinya, tidak ada anak yang putus sekolah atau tidak mendapatkan sekolah karena pagunya cukup untuk menampung semua lulusan,” kata Febri dalam konferensi pers di Gedung Eks Humas Pemkot Surabaya, Selasa (19/5).
Menurutnya, Pemkot Surabaya juga memperluas akses pendidikan melalui jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi keluarga miskin, prasejahtera, inklusi, dan penyandang disabilitas. Jalur afirmasi memiliki kuota 15 persen untuk SD dan 20 persen untuk SMP.
Selain itu, Dispendik tetap menerapkan sistem dua ring dalam jalur domisili guna menjaga pemerataan akses pendidikan.
Jalur domisili satu (D1) diprioritaskan bagi siswa yang rumahnya paling dekat dengan sekolah, sedangkan domisili dua (D2) diperuntukkan bagi warga dalam satu kelurahan atau kecamatan yang sama.
“Kalau memang tidak berhasil di jalur satu, bisa menggunakan domisili dua bagi warga yang rumahnya relatif lebih jauh namun masih berada dalam satu wilayah kelurahan atau kecamatan yang sama dengan sekolah,” ujar Febri.



































