Dari UMKM hingga ESG: Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi Indonesia

4 weeks ago 72

Kamis, 21 Mei 2026 – 14:09 WIB

 Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi Indonesia - JPNN.com Jatim

Dosen Prodi Manajemen UPN Veteran Jawa Timur Dewi Deniaty Sholihah. Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Di tengah transformasi ekonomi global menuju pembangunan berkelanjutan, peran perempuan tidak lagi dapat diposisikan sekadar sebagai pelengkap dalam aktivitas ekonomi, melainkan sebagai aktor strategis yang menentukan arah pertumbuhan bisnis, inovasi sosial, dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang. 

Pergeseran paradigma pembangunan modern telah menempatkan isu kesetaraan gender sebagai bagian integral dari agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 5 tentang gender equality, SDG 8 mengenai decent work and economic growth, serta SDG 9 terkait innovation and industry development. Dalam konteks ini, perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga produsen nilai ekonomi, pencipta lapangan kerja, inovator bisnis, serta agen perubahan sosial.

Penelitian terbaru menunjukkan keterlibatan perempuan dalam aktivitas bisnis memiliki implikasi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan keberlanjutan pembangunan. Studi panel data oleh I??k et al. (2025) menemukan bahwa kewirausahaan perempuan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pencapaian SDGs, khususnya di negara berkembang seperti Meksiko dan Kosta Rika. 

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa perempuan entrepreneur mampu mendorong inovasi, memperluas inklusi ekonomi, dan meningkatkan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat. Namun demikian, studi ini juga menegaskan bahwa pendekatan kebijakan yang bersifat one-size-fits-all tidak efektif karena setiap negara memiliki struktur budaya, institusional, dan ekonomi yang berbeda.

Temuan tersebut menjadi sangat relevan dalam konteks Indonesia. Sebagai negara berkembang dengan struktur ekonomi yang ditopang oleh sektor UMKM, Indonesia memiliki potensi besar dalam memaksimalkan kontribusi perempuan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, terutama pada sektor kuliner, fesyen, kerajinan, dan perdagangan digital.

Fenomena ini semakin menguat pasca transformasi digital dan perkembangan ekosistem e-commerce yang membuka akses pasar lebih luas bagi perempuan entrepreneur, termasuk yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan geografis dan sosial.

Dalam konteks ekonomi Indonesia, perempuan memainkan fungsi ekonomi ganda. Di satu sisi, mereka berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga; di sisi lain, mereka menjadi penggerak ekonomi lokal melalui aktivitas kewirausahaan berbasis komunitas.

Dosen Prodi Manajemen UPN Veteran Jawa Timur Dewi Deniaty Sholihah memberikan opini tentang peran strategis perempuan dalam ekonomi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |