jatim.jpnn.com, SURABAYA - Deretan becak listrik berwarna merah berjajar rapi di Halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (22/1). Di balik setang dan joknya, berdiri para tukang becak—sebagian besar berusia senja—yang pagi itu menyambut masa depan dengan perasaan haru.
Sebanyak 200 tukang becak menerima becak listrik, bantuan yang menjadi penanda perubahan cara mereka bertahan hidup di tengah kota yang terus bergerak cepat.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) sebagai bagian dari program Presiden di bidang pengentasan kemiskinan.
Ketua Yayasan GSN Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indra Moko mengatakan becak listrik ini merupakan wujud perhatian Presiden kepada para pekerja sektor informal, khususnya pengemudi becak.
“Kami dari Yayasan GSN adalah yayasannya Pak Prabowo, memberikan bantuan becak listrik sejumlah 200 becak listrik untuk Kota Surabaya. Bantuan becak listrik ini insyaallah Pak Presiden akan membantu seluruhnya,” ujar Teguh.
Menurutnya, dari sekitar 80 ribu pengemudi becak yang tercatat di seluruh Indonesia, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan prioritas usia lanjut. Program ini dimulai dari pengemudi becak berusia 70 tahun ke atas, kemudian 60 tahun, hingga 50 tahun ke atas.
“Insyaallah Pak Presiden akan memberikan bantuan seluruhnya. Namun, saat sekarang bertahap mulai yang usia 70 tahun ke atas, turun ke 60 tahun ke atas, turun lagi ke 50 sampai semuanya insyaallah dapat semua,” katanya.
Di Surabaya, becak listrik ini tak sekadar menjadi alat transportasi, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari wajah pariwisata kota.








































