jpnn.com - Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie angkat suara atas pelaporan terhadap dirinya oleh aliansi 40 ormas Islam di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, Grace dipolisikan terkait video ceramah Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Grace didampingi para pendiri PSI, di antaranya Isyana Bagoes Oka, Danik Eka Rahmaningtiyas, dan Cheryl Tanzil saat konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/5).
Dalam kesempatan itu, Grace menanggapi pernyataan Ketua Harian PSI Ahmad Ali, yang menyebutkan bahwa PSI tidak akan memberikan bantuan hukum kepadanya.
Menurut dia, keputusan tersebut merupakan permintaannya sendiri.
"Saya selaku pendiri partai menginstruksikan kepada Ketua Harian, dalam hal ini Bang Ahmad Ali, agar tidak melibatkan partai," kata Grace.
Dia juga meyakini tak ada pelanggaran dalam videonya. Sebab itu, Grace menilai tidak ada kaitan antara persoalan tersebut dengan PSI.
"Saya memang meng-upload materi saya di media sosial saya selaku pribadi sebagai warga masyarakat dan saya yakin, saya optimistis bahwa di sana tidak ada pelanggaran hukum jadi tidak ada sangkut pautnya dengan PSI dan normal-normal aja kok pernyataannya gitu," ujarnya.











































