jpnn.com, JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebut reshuffle Kabinet Merah Putih tidak terjadi dalam waktu dekat karena hal itu seperti disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
"Kan, Mensesneg sudah bilang tidak ada. Kalau Mensesneg bilang tidak ada, itu tidak mungkin akan ada," kata Pigai menjawab awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/2).
Eks Komisioner Komnas HAM itu mengatakan media seharusnya tidak meragukan informasi yang disampaikan Mensesneg terkait reshuffle kabinet.
"Mensesneg, lo, Mensesneg mengatakan tidak ada. Berarti tidak mungkin akan ada, karena ini menyangkut integritas atas pernyataan," ujar Pigai.
Pria kelahiran Papua itu meminta wartawan tidak lagi menggulirkan isu reshuffle ketika pejabat negara sudah menyatakan tak ada hal tersebut.
"Wartawan jangan goreng-goreng lagi. Itu, kan, sama aja dengan tidak menghormati apa pernyataan dari pemimpin negara. Kalau pemimpin negara keluarkan pernyataan itu harus hormati juga, dong," ujarnya.
Namun, Pigai di sisi lain tetap menghargai kerja wartawan dalam mengklarifikasi berbagai isu seperti reshuffle.
"Ya, tetapi I love you para wartawan," ujar dia.













































