jpnn.com, JAKARTA - Pemain andalan Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia, Revo Priliandro, mengungkapkan pengorbanannya demi meraih prestasi internasional.
Revo mengaku sempat mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai guru di SMAN 12 Bandung agar bisa fokus menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) dan training center (TC) di luar negeri.
Keputusan berisiko tersebut terbukti tepat secara prestasi. Revo menjadi bagian dari sejarah besar saat Indonesia pertama kali meraih medali emas pada SEA Games ke-32 Kamboja 2023 dengan menumbangkan kekuatan besar Asia, Malaysia.
Prestasi gemilang ini berlanjut pada SEA Games ke-33 Thailand 2025. Di bawah arahan pelatih Dhaarma Raj, Revo dan kawan-kawan berhasil mempertahankan medali emas setelah kembali mengalahkan Malaysia dalam laga final dramatis yang berakhir dengan adu penalti.
Namun, di balik kegemilangan prestasi tersebut, Revo mengungkapkan kegelisahannya terkait kesejahteraan masa depan. Janji Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo untuk mengangkatnya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 2023 hingga kini (Januari 2026) belum terealisasi.
"Hingga saat ini janji tersebut belum terealisasi. Saya tetap mengandalkan penghasilan dari bonus dan karier sebagai pemain hockey untuk menghidupi keluarga," ujar Revo saat dihubungi dari Polandia, Jumat (16/1/2026).
Saat ini, Revo masih berada di Polandia untuk menjalani program latihan guna terus meningkatkan performa timnas hockey indoor Indonesia di kancah internasional.
Kini, Revo hanya berharap Menpora Erick Thohir bisa mewujudkan keinginannya menjadi ASN di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) setelah keberhasilan Timnas Hockey Indoor Indonesia mempertahankan gelar juara di SEA Games ke-33 Thailand.














































