Belajar dari Bali, Film Roots Jadi Cermin Kelestarian Seni Tradisi di Jawa Timur

1 week ago 29

Selasa, 08 September 2026 – 16:49 WIB

Belajar dari Bali, Film Roots Jadi Cermin Kelestarian Seni Tradisi di Jawa Timur - JPNN.com Bali

Suasana berbagi pengalaman dan diskusi setelah menonton Film Roots di Zumen Art Studio Surabaya, Minggu (6/9) lalu. Foto: Dok. Zumen Art Studio Surabaya

bali.jpnn.com, SURABAYA - Rangkaian pemutaran film Roots: Seratus Tahun Walter Spies di Bali menyelesaikan penayangannya di Jawa Timur melalui program Roots Tour de Java.

Setelah mengelilingi sejumlah kota, seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Magelang, Banyuwangi, dan Jember, pameran dan pemutaran film dokumenter fiksi karya Michael Schindhelm ini berakhir di Surabaya, Minggu (6/9) lalu.

Sebelum ditutup di Zumen Art Studio Purimas Surabaya, film Roots telah menuntaskan pemutarannya di Jawa Timur sepanjang 29 Agustus hingga 6 September 2026.

Rangkaian penayangan ini menyambangi beberapa lokasi, yakni Studio Serakit dan Museum Huruf di Jember, Gedung Sinema Disbudpar Banyuwangi, serta STKW Surabaya.

Sesi penutupan di Zumen Art Studio sendiri berlangsung hangat dengan antusiasme penonton lintas generasi, mulai dari Gen Z hingga dewasa.

Rute perjalanan ini sengaja dirancang menyerupai napak tilas kedatangan seniman asal Jerman, Walter Spies, saat pertama kali menginjakkan kaki di Batavia, julukan Jakarta, pada 1923 sebelum akhirnya menetap dan berkarya di Bali.

Roots hadir sebagai film dokumenter fiksi yang membuka ruang diskusi tentang seniman Walter Spies dan rekam jejak Bali.

Disutradarai oleh Michael Schindhelm, film ini memotret transformasi Bali menjadi pusat pariwisata global sekaligus perjuangan warga lokal mempertahankan budayanya.

Rangkaian pemutaran film Roots: Seratus Tahun Walter Spies di Bali menyelesaikan penayangannya di Jawa Timur melalui program Roots Tour de Java.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
| | | |